semangkin banyak bersedekah

Semakin seseorang ingin merasa kaya, semakin banyak ingin bersedekah

Semakin seseorang ingin merasa kaya, semakin banyak ingin bersedekah

semangkin banyak bersedekah – Sedekah merupakan bukti iman dan ketaqwaan seseorang pada Allah. Selain itu, sedekah juga merupakan cara agar seseorang jadi pribadi yang pemurah, pribadi yang sabar dan pribadi yang peduli dengan orang-orang di sekitarnya terutama mereka yang membutuhkan.

Dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah juga berfirman:

“Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (sedekah) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugerahNya) lagi Maha Mengetahui.”

Rasulullah SAW bersabda: “Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan, itu adalah sedekah.” (HR. Bukhari).

“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi).

Sedekah merupakan salah satu cara pembuka pintu rezeki yang terbuka luas tanpa harus berpeluh keringat. Dengan bersedekah, terbentuklah rumus memberi bukan berarti mengurangi. Namun rumus yang sesungguhnya adalah memberi sama dengan menambah rezeki.

Dalam Al-Quran Surat Saba ayat 34/39, Allah juga berfirman:

Allah berfirman, “Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.”

Jika seorang hamba berinfak sesuai dengan kemampuanya, maka Dzat Yang memiliki perbendaharaan langit dan bumi serta kerajaan segala sesuatu akan memberi infak (rizki) kepadanya sesuai dengan keagungan, kemuliaan dan kekuasanNya.

semangkin banyak bersedekah – Tidak ada yang abadi dan kekal dari harta benda dunia. Jika boleh diibaratkan, harta itu ibarat sumur. Apabila air sumur itu diambil, maka sumbernya akan mengeluarkan air baru lagi. Apabila sumur itu dibiarkan saja, tidak mungkin juga airnya meluap sampai ke permukaan. Setiap kali rezeki diinfakkan, maka setiap kali itu juga rezeki pengganti akan menempati tempat rezeki yang lama.

Kebanyakan manusia memang tidak menyadari kenyataan di atas bahwa harta pada akhirnya akan membusuk dan hilang tanpa sisa. Kebanyakan menganggap bahwa dengan harta, manusia bisa eksis selama-lamanya. Persis seperti yang disindirkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam Al-Qur’ an:

Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.” (al-Humazah: 2-3)

semangkin banyak bersedekah – Harta titipan Allah harus digunakan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pemilik supaya memberikan manfaat pada kita baik selama hidup di dunia ataupun setelah meninggal. Salah satu caranya adalah dengan bersedekah. Betulkah sedekah bisa menderaskan rezeki?

  1. Sedekah ibarat memberi “pinjaman pada Allah“.

Perhatikan ayat ini ” Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan rezekinya di jalan Allah maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepadaNyalah kamu dikembalikan” (Q.S.Al Baqarah: 245). Kalau Allah yang meminjam harusnya masuk kategori “saham unggulan” karena berasal dari Zat yang Maha Kaya. Jika Allah yang meminjam pengembaliannya pasti jauh lebih besar dari apa yang dipinjamkan. Begitu pula Allah bisa mengambil apa yang menjadi milikNya dengan serta merta.

  1. Didoakan malaikat setiap hari.

Tiada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berdoa “ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya”. Sementara yang lain berdoa “ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya (HR Bukhari dan Muslim). Maukah kita didoakan malaikat setiap hari? Bayangkan betapa indahnya hidup jika di awali dengan sedekah sambil diiringi doa malaikat, maka sepanjang hari akan menjadi berkah dan dirahmati Allah SWT.

  1. Sedekah mendekatkan surga

sebagaimana pada ayat berikut ” Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (yaitu) orang-orang yang menafkahkan  (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan” (Q.S.Al Imran : 133-134). Tidak ada rezeki terbesar yang diperoleh oleh setiap Muslim selain surga. Sedekah termasuk amal soleh yang akan menuntun kita menggapai surga Insya Allah.

  1. Sedekah membawa rezeki yang berlipat 700 kali.

Perhatikan janji Allah pada ayat ini “Perumpaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang mengeluarkan nafkahnya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tipa butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunianya) lagi Maha Mengetahui” (Al Baqarah : 261). Kalau dilihat dari kacamata bisnis, inilah bisnis yang paling menguntungkan dan bebas rugi. Kalau bisnis dengan manusia pasti tetap ada potensi rugi, meskipun besar untungnya tapi tidak akan bisa menyaingi Zat yang Maha Memberi.

Dan barangsiapa yang sedang disempitkan rezekinya, maka hendaknya ia menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan padanya” (Q.S.At-Thalaq : 7). Bagi otak kita yang terbatas pasti tidak bisa memahami, bagaimana mungkin saat kondisi keuangan susah diharuskan bersedekah untuk memancing rezeki datang kembali dalam jumlah lebih banyak. Bukankah bersedekah artinya mengeluarkan uang, sementara untuk memenuhi kebutuhan saja susah? Disinilah perlunya kewajiban Muslim untuk mempercayai janji Allah, janji yang tidak pernah ingkar. Jika bersedekah, sekecil apapun akan di balas olehNya.

 

Pada saat seseorang harus menginfakkan harta secara diam-diam, karena hal itu telah menjadi kewajiban setiap orang, maka tidak perlu rasanya dilakukan secara terbuka. Orang yang mempunyai akal cerdas dan pikiran sehat, serta berorientasi akhirat, pasti akan menimbang dengan bijaksana, apakah akan menginfakkan hartanya secara terbuka atau diam-diam. Allah berfirman:

Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Rabbnya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan. Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (ar-Ra’d: 19-22).

By: Bagas prihantara.

 

Berbagi berita baik itu ibadah!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest

Silahkan hubungi customer support kami untuk konsultasi layanan yang kami sediakan mulai dari rental mobil, paket wisata serta haji dan umroh.

Baca Juga :

Translate »
Scroll to Top